Wahai Para Isteri Orang Beriman, Bantulah Kehidupan Agama Suamimu

Allah SWT berfirman : “ Ingatlah ketika Istri Imran berkata,”… Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada-Mu, anak yang ada dalam kandungan ku ini menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah nadzar itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah YangMaha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Ali Imran : 35)

Seorang istri mempunyai kewajiban berdakwah. Orang yang paling utama didakwahi adalah suaminya sendiri. Karena itu, tugas seorang istri membantu kehidupan beragama suami adalah fardhu’ain. Maksudnya, kewajiban yang harus dilakukan tiap-tiap orang. Karena nya istri adalah orang yang paling bertanggung jawab meluruskan peri laku suami yang tidak sejalan dengan ketentuan Islam.

Contoh kiprah seorang istri yang membantu kehidupan agama suaminya ialah apa yang dilakukan oleh Istri ‘Imran As. Kejadian ini dijelaskan oleh Allah pada Qs : Ali Imran 35 tersebut.

Imran termasuk salah seorang Nabi di  lingkungan Bani Israil . Imran bertugas mengajari Bani Israil  ilmu-illmu agama dan membimbing mereka beribadah kepada Allah . Imran as ingin sekali usahanya kelak dilanjutkan oleh keturunannya. Keinginan ini disampaikan kepada istrinya. Istrinya pun sangat mendukung dan bernadazar kepada Allah SWT jika kelak mempunyai anak, maka anaknya itu akan diserahkan kepada rahib-rahib Bani Israil untuk dididik menjadi ahli agama dan berbakti bagi kepentingan agama.

Istri Imran merupakan suri teladan bagi para istri dalam membantu suami membangun kehidupan beragama. Akhlaq suami yang teguh pada agama harus selalu ditopang, bahkan terus diberi semangat supaya sang suami hidup di jalan yang diridhoi Allah.

Jangan terjadi sebaliknya, istri menjadi musuh dalam kehidupan beragama suaminya. Misalnya, suami menghendaki hidup bersih dan lurus, sehingga suami selalu menjauhkan diri dari mencari pendapatan yang tidak halal.  Sangat disesalkan dari seorang istri , yaitu mendorong suaminya untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya walaupun terpaksa dengan melakukan korupsi, penipuan dan cara-cara haram lainnya.

Juga ada istri yang membantu suaminya melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Contohnya istri Abu Lahab membantu usaha-usaha Abu Lahab untuk memusuhi Nabi Muhammad saw menyebarkan dakwah Islam di Makkah. Kasus istri Abu Lahab ini diabadikan oleh Allah swt dalam Qs Al Lahab.

Dalam ajaran Islam seorang istri tidak boleh acuh terhadap kehidupan agama suaminya. Jika suaminya menyalahi ajaran agama, ia wajib meluruskannya. Jika suami memusuhi dakwah Islam, ia wajib menghentikannya. Dan jika suami menegakkan kehidupan Islam , maka ia wajib membantunya. Bila suami kurang pengetahuan Islamnya, sedang istri banyak tahu, maka  wajib mengajari suaminya. Karena itu istri wajib terus menerus belajar agama agar dapat membantu suaminya dalam menegakkan kehidupan beragama.

(Drs. Muh Thalib, Tanggung jawab istri terhadap suami)

Iklan

About Agoes Rahman

Seorang guru yang bertekad untuk terus menuntut ilmu demi perbaikan diri.

Posted on Mei 21, 2014, in Muslimah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: